Catatan Popular

Ahad, 21 Mei 2017

Ada Putih Putih Di Matanya



Alkisah, seorang wanita datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Engkau istri siapa?”
Wanita itu lalu menyebutkan nama suaminya. Serta merta, beliau bertanya, “Oh itu, yang ada putih-putih di matanya?”
Wanita itu segera pulang. Sesampainya di rumah, dan saat pertama kali berjumpa dengan suaminya, matanya menyelidik, memperhatikan wajah suaminya. Semena mena saja si suami bertanya, “Hei, ada apa denganmu?”
“Tadi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah suamimu si Fulan, yang di matanya ada putih-putihnya?’  Kujawab, ‘Ya’”
“Bukankah memang warna putih di mataku itu lebih banyak daripada warna hitamnya?” tanggap si suami.

Jawaban Yang Cerdik Dari Abu Bakar Radhiyallahu Anhu



Hasan bin Ali menceritakan, ‘Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar keluar dari gua Tsaur, lepas dari pengejaran kaum musyrik Qurasiy, lalu meneruskan perjalanan di kota Al-Madinah, nyaris setiap orang yang mengenal Abu Bakar langsung bertanya,
“Siapa yang bersamamu?”
Abu Bakar menjawab, “Ia hanya seorang penunjuk jalan’
Dan memang benar, Rasulullah memang penunjuk jalan. Jalan hidayah, jalan kebenaran dan jalan menuju Surga. Sungguh sebuah jawaban yang sangat cerdik, untuk menyembunyikan identiti beliau”.
 “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim).

Sabtu, 13 Mei 2017

MUTIARA ULAMA SALAF : Hakikat Ilmu


Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Bukanlah ilmu itu diperolehsemata-mata dengan banyaknya riwayat, akan tetapi hakikat ilmu itu adalah khas-yah/rasa takut kepada Allah.”

MUTIARA ULAMA SALAF: Antara Menimba Ilmu dan Beramal



Sufyan At Tsauri rahimahullah pernah ditanya, “Menuntut ilmu yang lebih kau sukai ataukah beramal?”. Beliau menjawab, “Sesungguhnya ilmu itu dimaksudkan untuk beramal, maka jangan tinggalkan menuntut ilmu dengan dalih untuk beramal, dan jangan tinggalkan amal dengan dalih untuk menuntut ilmu.”

MUTIARA ULAMA SALAF: Belajar Tanpa Henti



Suatu saat Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah dicela karena sedemikian sering mencari hadits. Beliau pun ditanya, “Sampai bila kamu akan terus mendengar hadits?”. Beliau menjawab, “Sampai mati.”

MUTIARA ULAMA SALAF: Mendalami Ilmu Dengan Baik



Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menuntut suatu ilmu hendaklah dia mendalaminya dengan baik, supaya ilmu-ilmu yang rumit tidak menjadi sirna.”