Catatan Popular

Selasa, 13 Februari 2018

KEUTAMAAN SEDEKAH PADA MAYAT DI HARI JUMAAT


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Dikisahkan dulu ada seorang laki-laki yang tinggal di Samarkand. Pada suatu hari ia sakit dan bernazar: apabila ia diberi kesembuhan Allah maka ia akan menyodaqohkan semua amalnya untuk ibunya  di hari jum’at, lalu ia diberi umur panjang dan melakukan.

Pada suatu hari ia berkeliling di sepanjang waktu siang ia belum mendapatkan sesuatu yang di sadaqahkan, lalu ia minta fatwa pada sebagian ulama. Lalu ulama berkata kepadanmya : keluarlah dan carilah kulit semangka lalu cucilah dengan air, lalu kau keluarlah lewat jalan orang abangan, lalu lemparkanlah kulit semangka itu ke himar mereka, dan jadikanlah pahalanya untuk kedua orang tuamu. Maka nazarmu akan selesai.

Kemudian laki-laki tadi menjalankan apa yang disarankan ulama itu. Pada hari sabtu malam ia melihat kedua orang tuanya, memegangnya dan berkata padanya : Hai anakku kau amal bersama kami setiap hari dalam kebaikan, sehingga engkau memberikan makanan pada kami sebuah semangka, semoga Allah meridhoimu.

Dalam mimpinya dia melihat khurosan ( bapaknya) lalu ia berkata kepadanya : hai pemimpin. Bapanya menjawab : kau jangan panggil aku pemimpin, karena kepemimpinan telah hilang. Tapi ucapkanlah : Hai tawanan. Hai anakku bila engkau makan daging, lalau kau berikan pada kami makanan dengan cara melemparkan daging itu diantara kucing dan daging dan kau jadikan padanya untuk kami maka kami senang.

Karena itulah dikatakan ruh-ruh pada malam jum’aat berkumpul di tempat tinggal mereka mengharap doa orang yang masih hidup dan sedekahnya.

FADHILAH MANDI PAHA HARI JUMAAT


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan bahwasanya nabi Isa ibnu Maryam AS berjalan-jalan  kemudian bertemu dengan pemburu. Yang mana pemburu tersebut memasang jerat, lalu terjeratlah seekor kijang betina pada jerat tersebut. Ketika kijang betina tersebut melihat nabi Isa, Allah membuat kijang betina itu bisa bicara.

Kijang betina berkata pada nabi Isa : “Ya Ruhulloh, Sesungguhnya aku mempunyai anak-anak kecil, aku terperangkap pada jerat ini selama tiga hari, maka tolong mintakanlah ijin pada pemburu agar aku boleh menyusui mereka dan kembali.

Lalu nabi Isa mengabarkan hal tersebut pada pemburu. Pemburu berkata pada Isa : “Dia tidak boleh pulang”. Nabi Isa pun memberitahukan pada kijang betina hal tersebut. Kijang betina itu berkata : “Sesungguhnya jika kau tidak pulang maka aku lebih buruk daripada orang-orang yang menemukan air pada hari juma’at dan tidak  mandi”. Kemudian ia memegang janji lalu pergi dan kembali dengan rasa takut menyalahi janji.

Lalu nabi Isa pergi dan menemukan batu bata dari emas yang merah. Lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk menyerahkan batu bata tersebut pada pemburu. Lalu pemburu tersebut menerimanya dan Isa mendapati pemburu telah menyembelih kijang betina. Lalu Isa berseru sambil berkata : “Allah telah menghilangkan barokah dari amal si pemburu”. Dan itulah yang terjadi.

TENGANG ZUHUD, JUJUR DAN ADIL


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Menurut cerita bahwasanya Raja KIsro adalah raja paling adil. Diceritakan ada seorang laki-laki yang membeli rumah dari lelaki lain. Kemudian ia menemukan didalamnya harta yang terpendam. Lalu ia mendatangi penjual tadi dan mengatakan tentang harta tersebut. Kemudian penjual itu berkata pada lelaki tadi : “ Seseungguhnya aku menjual kepadamu rumah yang tak kuketahui didalamnya terdapat harta terpendam, maka harta tersebut bagimu”. Lalu pembeli berkata : “Kamu harus mengambil harta tersebut karena harta tersebut tidak termasuk perkara yang kubeli”. 

Perdebatan diantara keduanya menjadi panjang, kemudian mereka meminta keputusan kepada raja Kisro.
Sesampainya dihadapan  raja Kisro mereka meceritakan perihal harta terpendam tersebut. Raja kisro terdiam sejenak lalu berkata kepada keduanya : “Apakah kalian mempunyai anak ?”. Penjual menjawab : “Aku mempunyai seorang anak laki-laki yang sudah baligh”.  

Pembeli mengatakan : “Aku juga mempunyai seorang anak perempuan baligh”. kemudian raja Kisro berkata :  “Kuperintahkan kalian untuk menikahkan keduanya serta menafaqohkan harta tersebut demi kebaikan keduanya”. Kemudian  mereka melakukannya sesuai dengan perintah raja.
Dikatakan bahwasanya dia si raja mengangkat amil pada sebagian negara, lalu amil memerintahkan pada sebagian negara tersebut untuk menambah ufeti yang biasa pada setiap tahun.
Ketika perkara tersebut sampai pada raja Kisro, raja Kisro memerintahkan untuk mengembalikan tambahan  tersebut pada pemiliknya serta memerintahkan untuk menyalib amil tersebut dan berkata : “Setiap raja yang mengambil sesuatu dari rakyatnya secara dholim maka tidak akan beruntung selamanya, akan hilang barokah darinya, dan bencana baginya”.

Kemudian ia berkata : “Raja dengan raja, raja dengan tentara, tentara dengan harta, harta dengan keramaian kota, keramaian kota dengan adil didalam mengatur”.  والسلام  . Sebagian hukama’ berkata ketika ditanyai : “Lebih utama mana bagi seorang raja berani atau adil ?”. Kemudian ia berkata : “Ketika seorang raja itu adil maka ia tidak membutuhkan keberanian”.  (Allah Dzat yang dimintai pertolongan ).


KEMURAHAN HATI DAN AMPUNAN DENGAN ILMU


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan : sesungguhnya raja Bahramjur keluar pada suatu hari untuk beburu, kemudian tampaklah olehnya seekor keledai kemudian keledai tersebut menjauhkan diri. Kemudian raja mengikutinya sampai dia bersembunyi dari pasukannya. Kemudian keledai tersebut menampakkan diri, dan raja menangkapnya, kemudian raja turun dari kudanya untuk menyembelih keledai tersebut.
Kemudian tampaklah olehnya seorang penggembala di hadapannya. Kemudian raja berkata kepadanya : “ Hai, penggembala tolong peganglah kudaku sampai aku menyembelih keledai ini. Maka sang penggembala memegangnya,
Ketika raja sibuk menyembelih keledai tersebut timbullah suatu perhatian olehnya penggembala tersebut sedang mencoba menggambil intan yang ada pada sabuk kuda yang terbuat dari kulit. Kemudian raja memalingkan pandangannya sampai si penggembala mengambil intan tersebut. Raja berkata :” sungguh melihat suatu cacat dari suatu cacat”. Kemudian raja menaiki kudanya dan kembali menemui pasukannya,
Lalu seorang menteri bertanya kepada sang raja : “Wahai Raja yang beruntung, dimanakah intan yang ada pada sabuk kuda anda?”, kemudian raja tersenyum dan berkata : “ Seseorang telah mengambilnya dan tidak mengembalikannya aku telah melihat orangnya.  Jangan memfitnahnya dan barang siapa dari kalian melihat intan itu bersama orang tersebut maka janganlah menindaknya dengan sebab tadi !”

KERAJAAN NABI SULAIMAN


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan: Sesungguhnya beberapa burung yang jumlahnya 70.000 berkumpul kepada Nabi Sulaiman. Burung-burung tersebut berhenti diatas kepala Nabi Sulaiman seperti awan. Kemudian Nabi Sulaiman bertanya kepada mereka tentang kehidupannya.:”Dimanakah kalian bertelur dan menetas?”. Mereka menjawab: ”Diantara kami ada yang bertelur dan menetas di udara, diantara kami ada yang bertelur di kedua lengan sampai menetas, ada diantara kami yang menyimpan telurnya di paruh sampai menetas, ada diantara kami yang tidak bersetubuh dan tidak bertelur dan keturunan kami akan selalu ada.
As-Suda berkata:”Permadani Nabi Sulaiman terbuat dari tenunan jin, ada yang terbuat dari sutera dan emas, permadani tersebut memuat beberapa pasukan Nabi Sulaiman, memuat beberapa hewan melata, beberapa kuda, unta, seluruh manusia, jin, binatang liar dan burung.
Pasukan Nabi Sulaiman satu juta yang mencapai satu farsah dan diikuti satu juta lagi. Nabi Sulaiman berjalan diantara langit dan bumi yang dekat dengan awan. Nabi Sulaiman membawa permadani tersebut ke tempa-tempat yang dia inginkan dengan cepat atau pelan, sesuai dengan kehendaknya. Kekuatan anginnya tidak merusak pepohonan, tumbuh-tumbuhaan dan lainnya.
Kursi Nabi Sulaiman terbuat dari emas yang ditempeli dengan beberapa yaqud dan intan, dan di sekitarnya terdapat tiga ribu kursi, ada yang mengatakan enam ratus kursi.
Berdasarkan keterangan Ulama’, menteri-menteri dan pembesar-pembesar Bani Israil, pasukan Nabi Sulaiman mencapai 100 farsah, 25 farsah manusia, 25 farsah jin, 25 farsah binatang liar, dan 25 farsah burung. Jin mengeluarkan mutiara dan intan dari laut untuk Nabi Sulaiman. Dan di dapurnya Nabi Sulaiman setiap harinya berkurban seratus ribu kambing, empat puluh ribu sapi, dan tidak seorangpun yang memakannya kecuali ia hanya memakan roti kering.
Ada yang mengatakan, sesungguhnya Nabi Sulaiman mengendarai permadaninya di dalam suatu arak-arakan yang sangat besar dan beliau melihat sesuatu pemberian Allah dan menundukkannya maka membuat kagum Nabi Sulaiman A.S.

TENTANG BERBAKTI KEPADA ORANG TUA


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan bahwa Nabi Sulaiman terbaang diantara langit dan bumi di atas langit. Pada suatu hari melewati di atas laut yang dalam, dia melihat laut tersebut bergelombang luar biasa besarnya beserta angin. Kemudian Nabi Sulaiman memerintah angin tersebut untuk diam, maka diamlah angin tersebut, kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan beberapa syeitan untuk menyelam ke laut tersebut untuk melihat apa yang ada di dalamnya.

Lalu menyelamlah syetan tersebut satu demi satu, mereka menemukan kubah dari zamrud yang berwarna putih yang tidak ada pintunya, mereka mengabarkan hal tersebut kepada Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman memerintahkan untuk mengeluarkan kubah tersebut, lalu mereka mengeluarkannya dan meletakkannya diantara kedua tangan Nabi Sulaiman, dan kagumlah Nabi Sulaiman terhadap kubah itu. Nabi Sulaiman memohon kepada Allah lantas terbelahlah kubah tersebut dan terbukalah sebuah pintu, tiba-tiba didalamnya terdapat seorang pemuda yang sedang sujud kepada Allah. Kemudian,
Nabi Sulaiman bertanya       : “Kamu dari golongan malaikat atau jin? “
Pemuda menjawab : “Bukan, aku dari golongan manusia.”
Nabi Sulaiman bertanya       : “Sebab apa kamu memperoleh karomah ini?”
Pemuda menjawab : “Sebab berbakti kepada kedua orang tua, karena aku mempunyai seorang ibu yang sudah kanjut usia yang aku selalu menggendongnya, sedangkan dia selalu berdoa untuk aku yang bunyinya “Ya Allah, berikanlah dia rejeki yang membahagiakan dan buatkanlah tempat untuknya setelah matiku, tidak di bumi dan tidak di langit.Ketika ibuku meninggal, aku menyusuri pantai, kemudian aku melihat kubah dari zamrud yang berwarna putih. Ketika aku mendekatinya terbukalah kubah itu dengan kekuasaan Allah. Kemudian aku tidak tahu berada di bumi, di udara atau di langit. Dan Allah memberikan rejeki kepadaku di dalam kubah tersebut.
Nabi Sulaiman bertanya : “Bagaimana Allah memberikan rezeki kepadamu di  dalam kubah tersebut?”.
Pemuda menjawab : “Ketika aku merasa lapar maka keluarlah dari kubah tersebut sebuah tanaman yang mengeluarkan buah, dan keluar mata air dari pohon tersebut yang mengeluarkan air berwarna putih seperi susu yang lebih manis daripada madu, dan lebih dingin daripada salju, maka aku memakan dan meminumnya, kemudian ketika aku sudah merasa kenyang dan segar maka hilanglah semua itu”.
Kemudian, Nabi Sulaiman bertanya: “Bagaimana kamu mengetahui malam dan siang ?”
Pemuda menjawab : “Ketika fajar terbit maka kubah itu berwarna putih dan bersinar, dan ketika terbenam maka kubah itu berubah menjadi gelap kemudian aku mengetahui pergantian siang dan malam”
Kemudian Nabi Sulaiman memohon kepada Allah lantas kubah itu  menutup dan menjadi seperti sebuah telur yang menyerupai kulit selaput otak dan kembali ke tempatnya di dasar laut.
Allah Berkuasa atas segala sesuatu.


TENTANG SIFAT KURSI NABI SULAIMAN AS


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan : Nabi Sulaiman A.S ketika hendak duduk untuk memutuskan  suatu hukum, beliau memerintahkan kepada syeitan untuk mempersiapkan sebuah kursi yang elok. Sekiranya jika orang yang salah dan saksi yang berdusta melihat kursi tersebut akan menggigil ketakutan. Maka syetan membuat kursi tersebut dari…..dan mereka menghiasinya dengan beberapa intan, yaqud, mutiara dan beberapa perhiasan.
Mereka menggemerisik dengan pepohnan seperti  pohon anggur dari logam dan empat pohon kurma dari emas yang tangkainya terbuat dari perak. Yang setiap pucuk pohon kurma tersebut terdapat burung merak yang terbuat dari emas, dan dua pucuk pohon yang lain terdapat burung elang yang terbuat dari emas. Dan ujung setiap pohon kurma tersebut terdapat tiang dari zamrud yang berwarna hijau serta setiap sisinya terdapat dua ekor harimau yang terbuat dari emas dan dibawahnya tedapat dua  batu besar yang dibuat untuk kantor.
Ketika Nabi Sulaiman A.S menaikkan bagian bawahnya berputarlah kursi tersebut beserta seluruh isinya seperti berputarnya angin. Burung elang dan merak membentangkan kedua sayapnya dan harimau menjulurkan tangannya dan memukul tanah bersama dengan ekornya, ketika kedua sayap sampai diatas mahkotanya menaburkan minyak misik dan berbau harum. Ketika Nabi Sulaiman A.S duduk maka beliau mengambil intisari dari kitab zabur dan membacakannya kepada manusia.
Ulama Bani Israel duduk pada kursi yang terbuat dari emas di sebelah kanannya dan pembesar-pembbesar jin berada pada sisi kirinya pada kursi yang terbuat dari perak dan Nabi Sulaiman A.S memulai untuk siding. Ketika datang seorang saksi untuk memberikan kesaksiannya maka berputarlah kursi beserta isinya seperti angin. Kemudian harimau, elang, dan merak melakukan hal seperti tadi maka saksi tersebut menjadi takut memberikan kesaksiannya kecuali kesaksian yang benar. Ketika Nabi Sulaiman A.S meninggal …..

MENJAGA KESUCIAN DIRI


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan : Sesungguhnya Yazid Bin Mu’awiyyah melihat perempuan yang cantik di benteng, kemudian dia jatuh cinta kepadanya. Perempuan itu merupakkan istri ‘Adi Bin Hatim, perempuan itu mempunyai kecantikan dan kesempurnaan. Dia bernama Ummu Kholid. Kemudian Yazid Bin Mu'awiyyah sakit sebab perempuan tersebut dan tetap berbaring di tempat tidurnya.
Kemudian orang-orang menjenguknya supaya dia lekas sembuh dan orang-orang tidak tahu apa penyakitnya.Yazid Bin Mu'awiyyah tidak mau membuka rahasianya kepada siapapun.
Kemudian 'Umar Bin 'Asy berkata : “Masalah ini tidak akan selesai kecuali oleh ibunya sendiri kemudian dia berduaan denganya dan dia sendiri yang bertanya dari keadaannya. Lalu ibunya yazid bin mu'awiyyah disuruh untuk melakukan hal itu,   dia berduaan dengannya dan menanyakan dari keadaannya. Ibunya yazid bin mu'awiyyah tetap bersamanya sampai yazid bin mu'awiyyah membuka rahasianya, kemudian dia memberitahukannya kepada ayah yazid bin mu'awiyyah yaitu mu'awiyyah.
Lalu mu'awiyyah bertanya kepada 'umar bin 'asy : “Apa yang harus dilakukan dalam masalah tersebut?”. Kemudian mu'awiyyah menjawab : “Berikanlah beberapa harta dan ganti rugi perceraian sampai suaminya kembali dari Madinah”. Lantas  mu'awiyyah melakukan hal tersebut sampai si suami Ummu kholid yaitu 'adi bin hatim pulang dari Madinah ke Damaskus. Tatkala 'adi bin hatim bertemu dengan mu'awiyyah maka mu'awiyyah memberikan beberapa harta yang banyak dan ganti rugi perceraian kepadanya.
Kemudian ketika 'adi bin hatim keluar, mu'awiyyah bertanya kepada 'umar bin 'asy ; apa yang harus dilakukan setekah ini ? kemudian 'umar bin 'asy menjawab : besok ketika 'adi bin hatim bertemu denganmu katakanlah kepadanya apakah kamu punya istri ? kemudian ketika dia mengatakan ya maka pukulah mukamu dengan tanganmu dan kamu jangan menjawabnya.
Maka ketika mu'awiyyah bertemu dengan 'adi bin hatim dan mengerjakan apa yang telah diperintahkan 'umar bin 'asy, kemudian 'adi bin hatim keluar tiba-tiba dia bertemu dengan 'umar bin 'asy di pintu, kemudian 'adi bin hatim bertanya kepadanya.
Dari apa yang dilakukan oleh kholifah kemudian tampak darinya bahwa sesungguhnya dia sering berkunjung dengannya. kemudian 'umar bin 'asy bertanya kepadanya wahai ‘adi sesungguhnya kholifah menginginkanmu menikahi putrinya dan dia akan memberi kamu beberapa harta yang banyak.
Dan kamu telah mengetahui bahwa putri raja tidak akan merugikan. Kemudian 'adi bin hatim berkata kepada 'umar bin 'asy bagaimana caranya? Keudian 'umar bin 'asy menjawab ketika kamu bertemu dengan mu'awiyyah katakanlah kepadanya wahai amirul mukminin aku tidak mempunyai istri. Maka ketika 'adi bin hatim bertemu dengan mu'awiyyah, mu'awiyyah bertanya kepadanya apakah kamu mempunyai istri? Kemudian dia menjawab tidak kemudian mu'awiyyah berkata kepadanya katakanlah jika kamu tidak mempunyai istri maka berarti kamu metalak istrimu.
Maka 'Adi bin Hatim berkata demikian kemudian mu'awiyyah berkata kepada  beberapa sekretarisnya tulislah apa yang diucapkan oleh 'adi bin hatim kemudian mereka menulisnya. Kemudian setelah selesai…..nya mu'awiyyah mengutus abi hurairah, memberikannya beberapa harta yang banyak dan mengutusnya ke kota madinah untuk melamar ummu kholid.
Kemudian ketika dia memasuki kota madinah Abdullah bin 'umar menemuinya dan menanyakan kabarnya dan maksud kedatangannya, kemudian abi hurairah menceritakan kabarnya kemudian abi hurairah bertanya kepadanya apakah kamu bisa mengingatkan aku terhadap ummu kholid ? kemudian dia menjawab ya kemudian Abdullah bin zubair menemuinya dan dia menanyakan kepadanya dan  bertanya kepadanya apakah kamu bisa memingatkan aku tentang ummu kholid dia menjawab ya kemudian Abdullah bin zubair berjalan dan bertemu dengan husain bin ‘ali lalu ia mengatakan demikian juga.
Kemudian Abi Hurairah bertemu dengan ummu kholid, dia memberi tahu bahwa ia akan memnikahkan ummu kholid dengan ‘adi setelah pentalakkannya dan sesungguhnya mu'awiyyah telah mengutusnya untuk melamar ummu kholid dengan putranya yaitu ‘Adi. Kemudian abi hurairah berkata kepada ummu kholid sungguh Abdullah bin 'umar, Abdullah bin zubair dan Husain bin ‘Ali telah melamarmu.
Kemudian ummu khalid berkata kepadanya beritahu aku tentang keadaan mereka. Kemudian abi hurairah berkata kepadanya salah satu dari mereka ada yang mempunyai dunia dan dia tidak mempunyai agama yaitu 'adi bin hatim dan yang dua lainnya mempunyai dunia dan agama yaitu Abdullah bin 'umar dan Abdullah bin zubair yang terakhir mempunyai agama tetapi tidak mempunyai dunia yaitu husain bin ‘ali.
Kemudian ummu kholid berkata kepada abi hurairah nikahkan aku dengan orang yang kamu kehendaki dari mereka kemudian abi hurairah berkata kepadanya keputusan ada padamu. Kemudian ummu kholid berkata jika kamu tidak datang kepadaku maka aku pasti mengutus kepadamu untuk……. Lalu bagaimana deganmu padahal kamu merupakan utusan. Kemudian Abi Hurairah berkata kepadanya : “ Demi Allah, Aku tidak mendahului seorangpun  atas perkataan sebelum Rasulullah Sholallahu ‘Alai Wassalam yaitu Husain. Kemudian Abi Hurairah menikahkan ummu kholid dengan Husain dan memberikan beberapa harta dan abi hurairah kembali kepada Mu'awiyyah dan dia memberitahukan khabarnya.
Lalu Mu'awiyyah berkata kepada Abi Hurairah kamu memberikan hartaku kepada selain dari golongan kami kemudian Abi Hurairah berkata sesungguhnya anda tidak bisa mewarisi perempuan itu dari arah ayahnya.
Hanya saja ummu kholid merupakan harta Allah dan Rasul-Nya kemudian aku memberikan harta tersebut kepada anaknya yaitu husain kemudian ketika tidak berhasil menikahkan putri kholifah dengan ‘Adi maka 'Adi bin Hatim datang ke kota Madinah yang mulia, duduk disamping Husain dan  menarik nafas panjang, kemudian Husain berkata kepadanya barangkali kamu mengingat Ummu Khalid ? Dia menjawab : “Ya”. Kemudian Husain memanggil Ummu Kholid dan Husain berkata kepadanya : “Apakah aku pernah menyentuhmu   ?”. Dia menjawab : “Tidak”. Kemudian  Husain berkata : “Sesungguhnya kamu menthalak istrimu dan kamu menikahinya sesudahku, ketahuilah, bahwasannya aku tidak mempunyai maksud apa-apa, hanya saja, aku melakukannya karena mengasihinya.
Karena hal ini ada suatu pepatah :
 “ Bahagialah Ummu Khalid Banyak orang yang berjalan karena  duduk” 
Dari Yazid Bin Aslam : Dia berkata : kunci Baiul Maqdis berada pada Nabi Sulaiman bin Daud tidak ada yang dapat dipercaya kecuali beliau. Nabi sulaiman berdiri pada suatu malam untuk membuka pintu dengan kunci tersebut kemudian beliau kesulitan untuk membukanya lalu beliau meminta bantuan kepada jin untuk membukanya mereka kesulitan kemudian beliau meminta tolong kepada manusia lalu mereka juga kesulitan. kemudian Nabi Sulaiman A.S duduk dengan sedih dan susah beliau menyangka bahwa tuhan telah mencegah untuk membukanya.
Ketika beliau seperti itu tiba-tiba datanglah seorang tua yang berpegangan tongkat karena usia lanjutnya dan orang tersebut merupakan teman ayahnya yaitu Nabi Daud A.S kemudian orang tersebut berkata kepada beliau : “ Wahai Nabi Allah, mengapa kamu kelihatan sedih ? Nabi Menjawab : “ sesungguhnya aku, jin dan manusia kesulitan untuk membuka pintu ini.
Kemudian orang tua itu  berkata : “ Ingatlah, aku akan memberitahumu sebuah kalimat yang ayahmu mengucapkannya ketika kesulitan membukanya, kemudian Allah membukakanya, Nabi Sulaiman A.S menjawab :”Baik”. Kemudian orang tua itu berkata :”ucapkanlah :
Ya Allah, Dengan cahayaMu tunjukkanlah aku, dengan anugerahMu Engkau menolongku, bersamaMu aku memasuki pagi dan soreku dosaku diantara kekuasaanM, aku memohon ampunan kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Dzat Yang Banyak Anugerahnya. 

TENTANG TIDAK REDHA


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan : Seseorang  yang mempunyai pohon anggur dan beberapa pohon yang lainnya memberi khabar bahwasanya musim dingin telah menghancurkan tanamannya. Kemudian syetan menggoda orang tersebut : “Sesungguhnya kamu menyembah Allah dan taat kepada-Nya tetapi Allah merusak tanamanmu ?”.
Kemudian laki-laki tersebut marah lantas keluar dan melempar kunci ke angkasa seraya berkata Engkau telah merusak buah-buahanku.
Kunci mengkisut dan terbang ke udara seketika itu juga. Kemudian kembali kepadanya dan seekor ular hitam bergantung di lehernya selama empat puluh hari sampai orang tersebut meninggal dunia.
Ketika orang-orang hendak memandikannya ular tersebut hilang akan tetapi ketika orang-orang hendak menguburkanya ular tersebut muncul lagi.

TENTANG TIPU DAYA IBLIS


Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan  : Sesungguhnya iblis menemui Dhahak bin Ulwan dalam bentuk manusia dan berkata padanya : “wahai raja sesungguhnya aku adalah juru masak yang handal maka jadikanlah aku sebagai pembuat makananmu”

Kemudian Iblis mengumpulkan makanan pada dirinya dan menyerahkan makanan kepada raja, yang mana saat itu keadaan manusia sebelumnya tidak makan daging. Maka pertama kali makanan yang dianmbil olehnya adalah makanan telur kemudian ia memakannya dan dia menganggapnya baik. Kemudian iblis berkata pada sang raja : “bagaimana jika aku membuatkan mu makanan dari telur ini ?”.

Raja menjawab : “iya” ketika waktu sudah pagi raja menyembelih ayam untuknya dan iblis pun membuatkanya makanan dari ayam tersebut, kemudian raja menganggapnya baik.

Kemudian pada hari ketiga menyembelih kambing , hari keempat menyembelih unta dan sapi . Tujuan iblis dari hal tersebut yaitu sebagai sarana untuk membunuh manusia.

Dan hal teresebut telah berlalu beberapa saat. Kemudian raja berlalu untuk memakan daging. Kemudian Iblis berkata pada raja : “sesungguhnya engkau telah memuliakan ku, maka izinkanlah aku untuk mencium kedua tangan mu”, raja pun mengizinkannya kemudian Iblis mendekat dan mencium kedua pundak raja . Kemudian pada tempat mencium keluarlah bisul-bisul yang pecah seperti keadaan ular yang mempunyai mulut dan mata. Ketika Dhahak melihat keduanya dia tahu bahwa sesungguhnya dia adalah iblis ………………?
Kemudian dia berkata kita telah disakiti lalu dia berkata padanya : “apakah obat dari keduannya wahai la’in?” kemudian dia berkata pada Dhahak : “otak manusia”
kemudian si Dhahak setiap hari memerintahkan menterinya untuk menyembelih 4 orang laki-laki yang gemuk dan sehat dan diambil otakknya lalu diberikan pada ular-ular itu .
Kejadian tersebut terjadi selama 300 tahun, lalu menteri tersebut meninggal . Kemudian raja memerintahkan menteri yang lain. Kemudian menteri tersebut mendatangkan 4 lelaki lalu disembelih 2 orang lalu diambil otaknya dan dicampur dengan 2 otak kambing jantan (ghibas) dan memberikannya pada ular – ular tersebut.
Kemudian menteri memerintahkan pada lelaki yang lainnya untuk pergi kegunung dan hidup di sana . Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang dan terjadi pada banyak orang hingga terlahirlah anak-anak mereka yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Sapi dan kambing menjadi kurus dan selain keduanya yaitu kera-kera.

Jumaat, 2 Februari 2018

SEHARI SATU HADITS : HADITS ABU DAUD NOMBOR 8


حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رِوَايَةً قَالَ إِذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلَا بَوْلٍ وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا فَقَدِمْنَا الشَّامَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ قَدْ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ فَكُنَّا نَنْحَرِفُ عَنْهَا وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ


Telah menceritakan kepada kami [Musaddad bin Musarhad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [az Zuhri] dari ['Atha` bin Yazid al Laitsi] dari [Abu Ayyub] yang dia riwayatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Apabila kalian mendatangi tempat buang hajat, maka janganlah kalian menghadap kiblat pada saat buang air besar dan buang air kecil, akan tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat." Lalu kami datang ke Syam, ternyata kami dapati tempat-tempat buang hajat telah dibangun menghadap kiblat, maka kami berpaling darinya dan memohon ampun kepada Allah.

SEHARI SATU HADITS : HADITS ABU DAUD NOMBOR 7


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا أَنَا لَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْوَالِدِ أُعَلِّمُكُمْ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْغَائِطَ فَلَا يَسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ وَلَا يَسْتَدْبِرْهَا وَلَا يَسْتَطِبْ بِيَمِينِهِ وَكَانَ يَأْمُرُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ وَيَنْهَى عَنْ الرَّوْثِ وَالرِّمَّةِ


Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad an Nufaili] telah menceritakan kepada kami [Ibnul Mubarak] dari [Muhammad bin Ajlan] dari [al Qa'qa' bin Hakim] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku bagi kalian hanyalah seperti kedudukan orang tua, aku ajarkan kepada kalian; apabila salah seorang dari kalian hendak buang air, janganlah dia menghadap kiblat, jangan pula membelakanginya, dan jangan beristinja dengan tangan kanannya." Dan beliau juga menyuruh untuk beristinja dengan tiga batu, serta melarang beristinja dengan kotoran binatang dan tulang basah.

SEHARI SATU HADITS : HADITS ABU DAUD NOMBOR 6

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قِيلَ لَهُ لَقَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ قَالَ أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ وَأَنْ لَا نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ وَأَنْ لَا يَسْتَنْجِيَ أَحَدُنَا بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ


Telah menceritakan kepada kami [Musaddad bin Musarhad] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Abdurrahman bin Yazid] dari [Salman] dia berkata; dikatakan kepadanya; "Sungguh Nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu hingga urusan buang hajat?" Salman menjawab; "Benar, beliau shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang kami menghadap kiblat pada saat buang air besar atau buang air kecil, agar kami tidak beristinja dengan tangan kanan, agar salah seorang dari kami tidak beristinja dengan kurang dari tiga batu, atau beristinja dengan kotoran binatang atau tulang."

SEHARI SATU HADITS : HADITS ABU DAUD NOMBOR 5


حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ النَّضِرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ


Telah menceritakan kepada kami [Amru bin Marzuq] telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [an Nadhr bin Anas] dari [Zaid bin Arqam] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya tempat buang hajat itu dihadiri oleh setan-setan, maka apabila salah seorang dari kalian mendatangi tandas (Tempat buang hajat), hendaklah dia mengucapkan; 'Aku berlindung kepada Allah dari setan jantan dan setan betina'."

SEHARI SATU HADITS : HADITS ABU DAUD NOMBOR 4

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ وَعَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ عَنْ حَمَّادٍ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ وَقَالَ عَنْ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ وَقَالَ مَرَّةً أَعُوذُ بِاللَّهِ و قَالَ وُهَيْبٌ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو يَعْنِي السَّدُوسِيَّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ هُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ وَقَالَ شُعْبَةُ وَقَالَ مَرَّةً أَعُوذُ بِاللَّهِ


Telah menceritakan kepada kami [Musaddad bin Musarhad] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dan [Abdul Warits] dari [Abdul Aziz bin Shuhaib] dari [Anas] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila hendak masuk WC -dia (Musaddad) meriwayatkan dari Hammad- beliau mengucapkan: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu" -sedangkan yang dia riwayatkan dari Abdul Harits- beliau mengucapkan: "Aku berlindung kepada Allah dari setan jantan dan setan betina." Abu Dawud mengatakan; Syu'bah meriwayatkan dari Abdul Aziz (dengan lafazh); "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu", dalam kesempatan lain dia meriwayatkan (dengan lafazh); "Aku berlindung kepada Allah", dan Wuhaib menyebutkan; "Hendaklah dia berlindung kepada Allah." Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Amru, yakni As Sadusi] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Syu'bah] dari [Abdul Aziz, yaitu Ibnu Shuhaib] dari [Anas] dengan lafazh hadits ini, dia (Syu'bah) meriwayatkan (dari Abdul Aziz dengan lafazh); "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu." Syu'bah mengatakan; Abdul Aziz dalam kesempatan lain meriwayatkan (dengan lafazh); "Aku berlindung kepada Allah."